Sejarah

Dalam rangka Pembangunan Nasional, pemerintah Republik Indonesia merencanakan untuk menempatkan 138.300 kepala keluarga transmigran (kurang lebih 691.500 jiwa) di bumi Irian Jaya hingga akhir pelita IV (1985-1990).

Pada suatu konferensi, yaitu Irian Jaya Outreach Committee (IJOC) di Karubaga pada tahun 1984 yang disponsori WVI (World Vision Indonesia), diakui bahwa arus transmigran yang sebagian besar datang dari pulau Jawa kebanyakan berlatar belakang non-Kristen. Bagi gereja-gereja di Irian Jaya ini merupakan suatu tantangan, dan tekanan bagi penduduk Irian Jaya yang menurut statistik 1980 berjumlah kurang lebih 1.173.875 jiwa dengan mayoritas Kristen (Protestan 650.000 jiwa, Katolik 250.000 jiwa dan Islam 250.000 jiwa).

Lokasi pemukiman transmigrasi yang terdekat dari kota Jayapura adalah Arso dan Genyem. Sampai tahun 1991 ini telah dibuka tidak kurang dari 12 lokasi SP di Kecamatan Arso, sedangkan di Genyem ada sekitar empat lokasi SP. Para transmigran mendapatkan tunjangan dari pemerintah berupa tanah dua hektar dan tunjangan bahan pokok kehidupan serta modal pertanian selama tiga tahun, sesudah itu mereka harus dapat hidup mandiri.

Gereja Kristen Kalam Kudus Jayapura telah bertahun-tahun memantau perkembangan daerah transmigrasi, dengan suatu kerinduan untuk dapat berpartisipasi dalam barisan Pekabaran Injil disana, namun warga jemaat nampaknya belum cukup berbeban dalam pelayanan ini. Maka beberapa orang terus bergumul dalam doa untuk menanti petunjuk dari Tuhan.

Pada tahun 1985, GKKK Jayapura mencoba mengadakan terobosan untuk memberi sumbangsih secara nyata bagi masyarakat, yaitu melalui bidang pendidikan, dengan membuka Sekolah Kristen Kalam Kudus. Dan pada awal tahun 1989 GKKK Jayapura akhirnya siap menerima panggilan untuk melayani masyarakat Arso Wor yang berseru, “Kemarilah menolong kami”. Maka setiap hari Kamis sore diadakanlah kebaktian keluarga dan kebaktian anak-anak.

Pada saat itu penjajakan untuk daerah Arso I sampai Arso IV terus berlangsung. Kami melihat kerinduan para transmigran, namun dengan segala keterbatasan kami hanya bisa berdoa kepada Tuhan dan minta kekuatanNya untuk melayani Dia, sambil menantikan petunjuk dan kehendakNya.

Di bulan September 1989 pelayanan di Arso Wor kami serahkan kepada GKII, dan bersama saudara Joutje Kemur kami memulai pelayanan di Arso Swakarsa. Kebaktian diadakan setiap hari kamis pkl. 19.00-21.00, dan kami tiba kembali di Jayapura sekitar pkl. 23.000. Kemudian pada tahun 1990 diadakan Kebaktian Umum dan Sekolah Minggu setiap hari minggu pagi, yang dilayani oleh para Hamba Tuhan, Majelis dan aktifis secara bergilir. Pengunjung kebaktian sampai hari ini berjumlah kurang lebih 30 orang dewasa dan 10 orang anak-anak. Komponen jemaat terdiri dari para polisi dan petani-baik putra daerah maupun pendatang. Kami terus berdoa supaya Tuhan mengirim seorang hambaNya yang berbeban untuk menggembalakan jemaat tersebut.

Pada bulan Juni 1990, dengan hadirnya Ev. Eddy Santoso dalam barisan Hamba Tuhan di GKKK Jayapura, maka pelayanan Pos PI di Arso IV dimulai. Penduduk Arso IV kebanyakan berasal dari pulau jawa yang berlatar belakang budaya Jawa dan non-kristen, tetapi hal ini bukanlah merupakan sesuatu yang asing bagi Ev. Eddy Santoso yang juga berasal dari Jawa. Maka dalam waktu yang relatif singkat, kurang lebih 1 tahun setelah mengadakan penjajakan, kunjungan dan persekutuan, maka terhimpunlah sekitar 25 orang dewasa dan 20 orang anak.

Pada awal tahun 1991, GKKK Jayapura mulai mencari tanah guna membangun tempat ibadah yang tetap beserta pastorinya secara bertahap. Bulan Mei 1991 Ev. Eddy kembali ketanah Jawa untuk menikah, dan kembali lagi ke Jayapura dengan membawa pendampingnya, Ev. Lilis, untuk bersama menggembalakan Pos PI Arso IV. Diharapkan dipenghujung tahun 1991 ini gedung ibadah Pos PI Arso IV dapat diselesaikan, dan boleh menjadi saksi akan cinta kasih Tuhan serta menjadi sarana pemberitaan Injil, supaya lebih banyak jiwa dimenangkan bagi Kristus.

Puji Tuhan, pada bulan Desember 1991 ini ada 7 orang yang akan dibaptiskan, untuk menjadi buah sulung dari Arso IV. Kiranya Tuhan yang empunyai tuaian, mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaianNya itu.

Lokasi dan Gembala Pos Pelayanan:

Arso IV – Gembala: Ev. Agustina, S.Th. (dibantu oleh Ev. Aris Sudibyo, B.C.M.)
Arso IX – Gembala: Pdt. Polikarpus Wopari, S.Th.
Arso XI – Gembala: Ev. Herman Ronald Yocku, S,Th.
Arso XII – Gembala: Pdt. Polikarpus Wopari, S.Th.
Arso XIV – Gembala: Pdt. Subandi
Arso Swakarsa – Gembala: Ev. Herman Ronald Yocku, S.Th. (dibantu oleh Ev. Heri Iskowanto, M.Div.)
Doyo Baru Grand – Gembala: Pdt. Yohanes Purwandi

Lokasi (dan Gembala) Pos Pelayanan yang Telah Didewasakan:

GKKK Arso X – Gembala: Ev. Sayekti